Laporan Kemasan Transportasi

Welcome friends  Mohammad Nizam Mustaqim’s Blog. In this blog you will get some informations about :
my favorite writing for Laporan Kemasan Transportasi | Laporan Kemasan Transportasi I believe | Laporan Kemasan Transportasi can give you inspiration and more others benefit

Laporan Praktikum                             Hari / Tanggal : Jum’at / 14 Desember  2012
Teknologi Pengemasan, Distribusi     Dosen               : Endang Warsiki
Dan Transportasi                                 Asisten           :
1.      M. Hadhitia. P    (F34080088)
2.      Asih Setiautama (F34080126)


Kemasan Transportasi
Oleh :
Mohammad Nizam Mustaqim            (F34110043)













DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
         Kemasan adalah suatu benda yang digunakan untuk wadah atau tempat yang dikemas dan dapat memberikan perlindungan sesuai dengan tujuannya. Adanya kemasan dapat membantu mencegah/mengurangi kerusakan, melindungi bahan yang ada di dalamnya dari pencemaran serta gangguan fisik seperti gesekan, benturan dan getaran. Dari segi promosi kemasan berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Kemasan merupakan salah satu bagian yang penting untuk melindungi produk. Ketika barang akan dipindakan dari suatu tempat ke tempat yang lain diperlukan kemasan transportasi. Kemasan transportasi yang umum digunakan saat ini adalah kardus atau corrugated paper. Dalam aplikasinya sebagai kemasan transportasi, kardus memiliki bentuk box dan ukuran/dimensi yang disesuaikan dengan produk yang dikemas. Ada berbagai tipe box seperti slotted-type boxes (regular slotted container /RSC, overlap slotted container /OSC, full overlap slotted container /FOL, dan lainnya), telescope-type boxes, dan folder-type boxes. Ukuran box mengikuti standar internasional seperti box RSC (International Case Code/ICC No. 0201) memiliki dimensi Length : Width : Height (L : W : H) = 2: 1 : 2.

1.2 Tujuan
          Tujuan praktikum ini adalah membuat box sesuai dimensi yang ditetapkan oleh International Case Code (ICC) dan menentukan efisiensi tumpukan box dalam suatu ruang.




















II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1   Kemasan Transportasi
       Menurut Satuhu (2004), bahan dan bentuk kemasan secara umum dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu kemasan langsung dan tidak langsung. Kemasan langsung adalah kemasan utama yang langsung berhubungan dengan produk yang dikemas. Bahan pengemas utama ini dapat berupa karung, plastik, kertas, dan daun. Sedangkan kemasan tidak langsung, yaitu kemasan kedua yang tidak bersentuhan langsung dengan produk. Jenis kemasan ini untuk melindungi bahan dari kerusakan fisik dan mekanis terutama untuk memudahkan pengaturan dalam alat angkut atau transportasi. Bahan pengemas jenis ini dibuat dari peti kayu, peti plastik, peti karton, dan keranjang bambu.  Berdasarkan fungsinya pengemasan dibagi menjadi dua yaitu pengemasan untuk pengangkutan (shipping delivery package) atau kemasan distribusi / transportasi dan pengemasan untuk perdagangan atau eceran (Paine dan Paine, 1983). Untuk keperluan transportasi, fungsi pengemasan lebih diutamakan untuk pemuatan dan perlindungan. Sedangkan pengemasan eeran (retail)  lebih mengutamakan fungsi kegunaan dan informasi produk (Peleg, 1985). Bahan  kemasan yang umum untuk pengemasan produk hasil pertanian untuk tujuan pengangkutan atau distribusi adalah kayu, serat goni, plastik, kertas dan karton gelombang (Limbong, 2010).

2.2   Karton Bergelombang (Corrugated Box)
         Papan karton gelombang adalah material mentah yang paling terkenal untuk kemasan transportasi pada berbagai jenis produk seperti buah dan sayuran segar, manufaktur, peralatan rumah tangga, dan industri. Bahan kemasan ini juga digunakan dalam transportasi semi curah berbagai komoditi dengan jumlah yang luas. Papan karton gelombang yang telah dibentuk sebagai kemasan sering disebut kardus. Peti karton gelombang adalah wadah yang ideal untuk buah selama pengangkutan (Liu dan Ma 1983). Kertas gelombang antara permukaan pada papan karton gelombang disebut fluting atau media gelombang. Kualitas terbaik dari fluting adalah yang terbuat dari serat kayu dengan metode pengolahan pulp secara khusus. Terdapat tiga daya tahan yang dimiliki oleh kemasan karton, yaitu daya tahan jebol, daya tahan susun, dan daya tahan air (basah). Ketahanan jebol dan daya tahan susun dari kemasan karton sangat bergantung pada kualitas bahan yang digunakan. Daya tahan terhadap air (basah) dapat dilakukan dengan menambah lapisan lilin pada permukaan karton, baik di bagian dalam, maupun di bagian luar sesuai kebutuhan (FPI 1983 dalam Wijandi 1989).
         Karton bergelombang atau karton beralur terdiri dari dua macam corrugated sheet, yaitu : Kertas kraft ( kraft linier) untuk lapisan luar dan dalam dan Kertas medium untuk bagian tengah yang bergelombang. Kertas liner adalah kertas yang digunakan sebagai penyekat dan pelapis pada karton bergelombang. Kertas liner memiliki gramatur : 125; 150; 200 dan 300 gr/m2 ,biasanya dibuatpada mesin Fourdrinier atau Cylinder craff dengan bahan baku pulp kraft asli, kertas kantong bekas atau kotak karton gelombang bekas (Old Corrugated Carton/OCC). Jika bahan bakunya dari kraft asli disebut kraft liner dan jika dicampur dengan kertas bekas disebut test liner atau board kraft (BK). BK = board kraft adalah kertas linier dengan kualitas di bawah kraft liner (KL), dibuat berdasarkan permintaan konsumen. Sedangkan kertas medium adalah kertas yang digunakan sebagai lapisan bergelombang pada karton gelombang. Kertas medium memiliki gramatur : 112; 125; 140; 150 dan 160 g/m2 , dibuat dari pada mesin Fourdrinier ( single layer ) atau twin wire. Bahan bakunya adalah  kombinasi pulp semi kimia dengan pulp kraft atau kotak karton gelombang bekas. Berikut adalah gambar dari kertas linier dan medium;
kertas linier                  kertas medium                          

Gambar 1. Karton gelombang (Syarief dkk, 1989)
         Berdasarkan jumlah muka, karton gelombang dibagi menjadi :
1) Karton gelombang muka tunggal (Single-faced board)
         Papan ini terbuat dari satu permukaan pipih dengan sebuah medium bergelombang atau fluting. Material ini hanya digunakan untuk membuat produk kardus. Karton ini terdiri dari 1 kertas liner dan 1 kertas medium bergelombang.
2) Karton gelombang muka ganda atau dinding tunggal (single wall)
         Papan ini terbuat dari dua permukaan dengan satu bagian yang bergelombang di tengahnya. Hampir 90% dari semua kardus terbuat dari papan karton gelombang jenis ini. Karton ini terdiri dari 2 kertas liner dan 1 kertas medium bergelombang.
3) Karton gelombang dinding ganda (double wall)
         Terbuat dari dua permukaan dan dua media bergelombang dengan penuh pembatas di tengahnya sehingga terdapat lima lapisan. Tingkatan ini sering digunakan untuk pengemasan dalam skala ekspor. Karton ini terdiri dari 3 kertas liner dan 2 kertas medium bergelombang.
4) Karton gelombang dinding triple (Tripple-wall board)
         Tingkatan ini memiliki tiga media bergelombang sehingga seluruh lapisannya berjumlah tujuh lapisan. Hanya sebagian pabrik yang membuat jenis ini untuk aplikasi industri yang sangat berat. Karton ini terdiri dari 4 kertas liner dan 3 kertas medium bergelombang.


   
(a)                                                          (b)
 

(c)                                                 (d)
Gambar . Jenis karton gelombang (a) muka tunggal (b) muka dua (c) dinding ganda (d) dinding tiga (Peleg, 1985)
Selain empat tipe di atas masih ada satu tipe lagi yaitu Duo arch board. Karton ini terdiri dari 1 kertas liner dan 2 kertas medium.
         Untuk memperbaiki sifat - sifat karton bergelombang, diperlukan :
a. Ketahanan yang lebih baik terhadap gaya tekan
b. Bending stiffness yang lebih tinggi
c. Kemampuan cetak yang lebih baik
d. Ketahanan air yang lebih tinggi
         Kualitas karton bergelombang ditentukan oleh:
a. Jumlah gramatur liner
b. Ketahanan retak ( bursting strength,BS)
c. Ketahanan tekan tepi (edge crush resistance,ECT)
         Ketahanan tekan tepi (edge crush resistance, ECT) adalah daya tahan tepi karton gelombang dalam posisi tegak lurus terhadap suatu tekanan dinyatakan dalam kN/m atau kgf /cm. Karton gelombang biasanya dinyatakan dalam formasi K/M/K atau kraft liner/ medium/kraft liner. Lapisan tengah : medium dengan gramatur 125 g/m2. Ketahanan Retak (bursting strength,BS) berkaitan dengan kemampuan muat kotak karton gelombang (KKG), CMT adalah compression medium test dan ring crush test. Sifat - sifat karton gelombang dipengaruhi oleh sifat - sifat bahan bakunya yaitu kertas liner dan kertas medium.
         Sifat bahan dasar pembentuk karton gelombang yang penting yaitu:
a. Kertas Liner : Gramatur, BS, RCT, Perekat
b. Kertas Medium : Gramatur, Tebal, RCT, CMT







III. METODOLOGI
3.1    Alat dan Bahan
         Bahan yang dipergunakan dalam praktikum kemasan transportasi adalah kertas karton atau manila sedangkan peralatan yang diperlukan adalah mistar ukut atau gunting.

3.2    Metode
3.2.1 Pembuatan Box
v  Kertas karton disiapkan
v  Pembuatan kotak karton dengan tipe 201 dan 320 yang masing-masing mempunyai volume 0.015; 0.020; 0.025 m3
v  Penentuan dimensi dan efisiensi karton menggunakan monogram yang sesuai.
3.2.2 Kemasan Transportasi
v  40 box karton disiapkan dengan dimensi yang sama
v  Box disusun menjadi beberapa variasi susunan baris, lajur, dan tumpukan
v  Penghitungan kebutuhan luasan rata-rata per box karton (m2/box karton) untuk masing-masing variasi susunan
v  Pembandingan jenis tumpukan yang paling efisien


















IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil

G
R
U
P
TIPE
&
UKURAN (cm)

FOTO TUMPUKAN

LUAS
(cm2)

TINGGI
(cm)

KETAHANAN



1

Tipe 201*






V:0.015 L=120.125
V: 0.020
L= 144.5
V: 0.025 
L= 171.125

Vol 0.015 = 15.5  
Vol 0.020 = 17          
Vol 0.025 = 18.5    





Tipe 320**







V:0.015 L=190.125
V:0.020 L=231.125
V:0.025 L=270.281

Vol 0.015 = 9.75      
Vol 0.020 = 10.75   
Vol 0.025 = 11.625




2

Tipe 201*



V:0.015 L=120.125
V: 0.020
L= 144.5
V: 0.025 
L= 171.125

Vol 0.015 = 15.5  
Vol 0.020 = 17          
Vol 0.025 = 18.5    


Tipe 320**




V:0.015 L=190.125
V:0.020 L=231.125
V:0.025 L=270.281

Vol 0.015 = 9.75      
Vol 0.020 = 10.75   
Vol 0.025 = 11.625




3


Tipe 201*







V:0.015 L=120.125
V: 0.020
L= 144.5
V: 0.025 
L= 171.125

Vol 0.015 = 15.5  
Vol 0.020 = 17          
Vol 0.025 = 18.5    


Tipe 320**




V:0.015 L=190.125
V:0.020 L=231.125
V:0.025 L=270.281

Vol 0.015 = 9.75      
Vol 0.020 = 10.75   
Vol 0.025 = 11.625





4




Tipe 201*


V:0.015 L=120.125
V: 0.020
L= 144.5
V: 0.025 
L= 171.125

Vol 0.015 = 15.5  
Vol 0.020 = 17          
Vol 0.025 = 18.5    


Tipe 320**



V:0.015 L=190.125
V:0.020 L=231.125
V:0.025 L=270.281

Vol 0.015 = 9.75      
Vol 0.020 = 10.75   
Vol 0.025 = 11.625




5






Tipe 201*

V:0.015 L=120.125
V: 0.020
L= 144.5
V: 0.025 
L= 171.125

Vol 0.015 = 15.5  
Vol 0.020 = 17          
Vol 0.025 = 18.5    


Tipe 320**



V:0.015 L=190.125
V:0.020 L=231.125
V:0.025 L=270.281

Vol 0.015 = 9.75      
Vol 0.020 = 10.75   
Vol 0.025 = 11.625




40 BOX
TIPE 1



Tipe 201
P= 15.5
L= 7.75
T=  7.75
Tampak depan

 tampak samping

            tampak Atas


P= 63.7 cm
L= 15.2 cm

L=PxL=968.24




81




TAHAN/ TIDAK JATUH


40 BOX TIPE 2



Tipe 210
P= 15.5
L= 7.75
T=  7.75
Tampak depan

 tampak samping

 tampak atas






P= 64.1 cm
L= 15.5 cm



L=PxL=993.55








78.5






TAHAN/ TIDAK JATUH
NB:
*    tipe 201, berturut-turut  volumenya sebagai berikut:
0.015 = 15.5 x7.75x15.5  
0.020 = 17X8.5X17          
0.025 = 18.5X9.25X18.5    

**  tipe 320, berturut-turut  volumenya sebagai berikut:
0.015 = 19.5X9.75X9.75      
0.020 = 21.5X10.75X10.75   
0.025 =  23.25X11.625X11.625

4.2 Pembahasan
      Karton bergelombang memiliki banyak tipe kemasan. Peleg (1985) menyatakan bahwa terdapat beberapa tipe kemasan karton gelombang yang umum digunakan yaitu Regular Selotted Container  (RSC), Half Telescopic Container (HTC), dan FULL Telescopic Container (FTC). Dari ketiga tipe ini tipe RSC merupakan tipe yang paling banyak digunakan sebagai kemasan distribusi / transportasi produk hortikultura karena memiliki konstruksi yang sederhana dan lebih ekonomis. RSC biasa disebut wadah celah teratur karena kedua tutup sama panjang dan bertemu di tengah saat ditutup. Beberapa tipe kemasan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.
                A                                             B                                             C
Gambar. Tipe kemasan A) RSC; B)FTC; C) HTC (Peleg, 1985).
                Pada praktikum kemasan transportasi ini digunakan dua macam tipe dalam pembuatan box yang meliputi tipe slotted 201 dan telescope 320. Perbedaan dari keduanya terletak pada perbandingan Length – Width – Height (L : W : H). Tipe slotted 201 memiliki perbandingan Length – Width – Height berturut-turut 2 : 1 : 2. Sedangkan tipe telescope 320 memiliki proporsi perbandingan Length – Width – Height berturut-turut 2  :1 : 1. Data yag diperoleh pada percobaan pembuatan box dibagi menjadi data percobaan dengan tipe slotted 201 dan tipe telescope 320. Masing-masing tipe diulangi tiga kali dengan volume berturut-turut 0.15; 0.020; 0.25. Berdasarkan data luas dari kedua tipe maka tipe 320 memiliki luas yang lebih  besar dibandingkan tipe 201. Sedangkan untuk tinggi, tipe telescope 320 memiliki ketinggian yang lebih besar nilainya dibandingkan tipe 201. Percobaan kedua adalah penentuan efisiensi tumpukan box dalam suatu ruang. Data percobaan tipe tumpukan I memiliki luas dan tinggi yang lebih besar dibandingkan dengan tipe tumpukan II. Hal ini mengindikasikan tumpukan tipe II lebih efisien karena ruang yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan dengan tipe I. Kedua jenis tumpukan ini  tidak menimbulkan kerusakan atau dengan kata lain memiliki ketahanan yang baik. Namun, bila di dalamnya diberikan muatan (beban) maka kemasan tipe II yang akan lebih efektif dan efisien karena tumpukan kemasannya tidak terlalu tinggi. Penumpukan kemasan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan kerusaknan  pada produk pada lapisan dasar akibat penambahan tekanan dari tumpukan kemasan.






























 V. PENUTUP
5.1     Kesimpulan
            Bahan kemasan transportasi salah satunya adalah karton bergelombang. Karton gelombang memiliki pembentuk berupa kertas linier dan medium. Berdasarkan jenis kemasannya, kemasan transportasi ada yang bertipe slotted 201 dan telescope 320. Perbedaan kedua tipe ini terletak pada dimensinya. Selain itu tipe 201 lebih ekonomis dan sederhana. Pada hasil percobaan dapat disimpulkan juga bahwa efisiensi tumpukkan dipengaruhi oleh tinggi tumpukan. Semakin tinggi tumpukan maka resiko kerusakan barang / produk akan semakin besar juga.

5.2 Saran
        .perlu dilakukan pengembangan kemasan transportasi yang lebih kuat dan ekonomis agar lebih efisien dan efektif baik dalam hal pemasaran maupun dari aspek























DAFTAR PUSTAKA

Limbong, HP. 2010. Desain dan Pembuatan Prototipe Kemasan Buah Untuk Transportasi. Hasil Penelitian Industri.  Volume 23.
Liu MS, Ma PC. 1983. Postharvest Problems of Vegetable and Fruits in te Tropics and Subtropics.              Asian Vegetable Research and Development Center.
Satuhu S. 2004. Penanganan dan Pengolahan Buah. Bogor: Penebar Swadaya.
Wijandi S. 1989. Studi Kemasan Komodti Buah-Buahan, Sayur-Sayuran, dan Bunga-Bungaan Segar         yang       Bernilai Ekonomi Tinggi dalam Rangka Meningkatkan Ekspor Non Migas. Laporan        Penelitian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Paine FA, Paine HY. 1983.  A Hand Book of Food Packaging. London: Leonard Hill.
Peleg K. 1986. Produce Handling Packaging and Distribution. Conneticut: Avi Publishing Company,         Inc Westport.
Syarief R, Santausa S, Issyana S. 1989. Teknologi Pengemasan Pangan. Buku dan Monograf.       Laboratorium Rekayasa Proses Pangan Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.















We have been providing the best information about Laporan Kemasan Transportasi For you. If you liked this information, please tell your friends on Facebook, Twitter, Pinterest, Google plus or Email using social buttons below. Happy Reading ^_^. Mohammad Nizam Mustaqim

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Desain Kemasan

ESAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Penantian Berharga Pasca Kampus #KesempatanKedua