Budaya Sigap sebagai Modal Indonesia Bermartabat

Welcome friends  Mohammad Nizam Mustaqim’s Blog. In this blog you will get some informations about :
my favorite writing for Budaya Sigap sebagai Modal Indonesia Bermartabat | Budaya Sigap sebagai Modal Indonesia Bermartabat I believe | Budaya Sigap sebagai Modal Indonesia Bermartabat can give you inspiration and more others benefit


            Indonesia adalah negara besar yang dipenuhi oleh beragam talenta manusia unggul. Namun, akhir-akhir ini yang terlihat bukanlah keunggulan potensinya melainkan kemalasan yang melanda hampir semua elemen masyarakat. Faktor-faktor penyebab kemalasan di Indonesia mayoritas disebabkan terlalu dimanjakannya penduduk negeri ini dengan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), subsidi, kebiasaan menyontek, dan lainnya. Dari faktor kemalasan inilah akan timbul permasalahn lainnya yang lebih kompleks misalnya orang yang malas mencari uang dengan kerja keras akhirnya menempuh jalan korupsi untuk memenuhinya. Kemalasan ini seolah telah menjadi sesuatu yang terlihat mendarah daging dalam diri bangsa Indonesia. Data Indonesia menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia memiliki trend yang terus meningkat. Kemudian, dari angkatan kerja di Indonesia yang mencapai sekitar 102,55 juta orang, 9,39 juta orang diantaranya tergolong pengangguran pada tahun 2008 (BPS, 2009). Sebenarnya pengangguran yang berasal dari kemalasan individu sebenarnya sedikit. Namun, dalam sistem materialis dan politik sekularis, banyak yang mendorong masyarat menjadi malas, seperti sistem penggajian yang tidak layak atau maraknya perjudian. Banyak orang yang miskin menjadi malas bekerja karena berharap kaya mendadak dengan jalan menang judi atau undian. Mereka juga cenderung malas untuk mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan. Hal ini menyebabkan potensi SDM yang ada dan potensi output yang dihasilkan terbuang sia-sia oleh aspek perusak budaya luhur bangsa.
            Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah merubah pola pikir (mind set) bangsa Indonesia agar kembali ke trek yang benar. Paradigma budaya sigap memang perlu ditanamkan dan diimplementasikan dalam jati diri bangsa ini. Budaya sigap disini memiliki arti tangkas, cepat, dan kuat (penuh semangat dan meyakinkan). Maksudnya adalah masyarakat Indonesia diharapkan mampu bersikap cepat di dalam menjalani kehidupan. Cepat dalam artian tidak membuang waktu sebagaimana pepatah bilang “waktu adalah uang”. Menghargai waktu (respect to time) haruslah menjadi pegangan setiap insan manusia di negara ini. Kita dapat mengambil contoh bangsa Jepang yang maju dengan prinsip hidup yang sangat disiplin. Menghargai waktu juga merupakan komponen penting penyusun suatu sistem selain menghargai orang lain (respect to people) dan sistem itu sendiri (respect to system).
            Budaya sigap yang tertanam inilah diharapkan dapat menjadi modal penting bagi bangsa Indonesia agar lebih baik dan bermartabat. Lebih baik dalam hal kesejahteraan hidup dan bermartabat pada aspek jati diri bangsa. Meski ini bukan modal materiil tetapi ini adalah modal moril fundamental yang harus dimiliki segenap warga negara Indonesia. Dengan memusnahkan sifat malas, akan sangat berperan besar terhadap perbaikan ekonomi Indonesia. Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung menyatakan bahwa bila bangsa ini mau bekerja keras dan tidak cepat berpuas diri maka pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai angka 7% bahkan 8% (finance.detik.com, 20 Desember 2010). Oleh karena itu, marilah kita membiasakan berbudaya sigap untuk mengatasi kemalasan sebagai problematika mental bangsa Indonesia. Hal ini dilakukan demi tercapainya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.





We have been providing the best information about Budaya Sigap sebagai Modal Indonesia Bermartabat For you. If you liked this information, please tell your friends on Facebook, Twitter, Pinterest, Google plus or Email using social buttons below. Happy Reading ^_^. Mohammad Nizam Mustaqim

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Desain Kemasan

ESAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Penantian Berharga Pasca Kampus #KesempatanKedua