CERPEN FLP.kku

Welcome friends  Mohammad Nizam Mustaqim’s Blog. In this blog you will get some informations about :
my favorite writing for CERPEN FLP.kku | CERPEN FLP.kku I believe | CERPEN FLP.kku can give you inspiration and more others benefit


Senyuman Cinta untuk Bola
            “Ian, cepat makan sana!!!”, kata ibunya dengan logat Batak yang khas. “bentar atuh buk, ian masih ngerjain tugas”. “ngerjain tugas kok pegang malah tiduran”, seloroh sang ibu yang tanpa dia sadari telah berada di pintu kamar yang terbuka melihat Ian membaca majalah bola kesukaannya. Begitulah keseharian keluarga ini yang selalu aja ribut gara-gara kebandelan sang anak. Bastian yang biasa dipanggil Ian adalah anak tunggal di keluarganya. Dia sangat menggemari sepak bola dan selalu terpilih menjadi bagian utama tim Semar FC dari SMA Harapan Gresik. Di tim Semar FC, Ian berposisi sebagai seorang striker. Ia dikenal memiliki bakat bola yang sangat luar biasa. Setiap ada kompetisi, gelar pemain terbaik hampir semuanya berada di genggamannya. Keluarganya yang tergolong miskin membuatnya bertekad untuk menjadi pesepak bola profesional supaya bisa menghidupi keluarganya. Inilah yang senantiasa menjadi pemicu semangat Bastian dalam bermain sepak bola.
            Hari yang ditunggu pun tiba, perhelatan final kompetisi sepak bola antar SMA se-Indonesia akan segera dimulai. Tim Semar FC menjadi wakil dari Jawa Timur akan berhadapan dengan tim Jack FC, perwakilan dari DKI Jakarta. Pertandingan pun dimulai dan berjalan cukup sengit, maklumlah ini partai final yang menegangkan. Tim yang menjadi juara akan mewakili Indonesia untuk berlaga di Spanyol. Tak terasa, pertandingan telah memasuki penghujung babak kedua dan skor masih imbang kacamata, nol-nol. Asisten wasit di pinggir lapangan mengangkat papan untuk memberi aba-aba bahwa pertandingan kurang 3 menit lagi. Sekarang bola telah berada di kaki Ian, dengan kecepatannya dia dapat melewati bek dari tim lawan. Tinggallah berhadapan dengan kiper Jack FC. Penonton pun seketika menjadi hening karena bila ini menjadi gol maka tim Semar akan menjuarai kompetisi ini. Deg….deg…deg…. begitulah suasana di stadion Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Di lapangan terlihat Ian berusaha melewati satu pemain belakang yang tersisa. Dia mencoba melepaskan tendangan namun masih bisa ditepis kiper. Bola memantul tepat di depan Ian. Dalam hati kecilnya berkata bila ini menjadi gol, impian terbesarku menjadi nyata dan jika hasilnya tidak gol, sirnalah harapanku. Dengan teriakan ALLLAHU AKBAR, Ian menendang bola sekencang-kencangnya dan GOOOLLLLL.. sorai-sorai penonton pun membahana dari segenap penjuru stadion. Bersamaan pula, wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Tim Semar FC pun ditahbiskan menjadi juara di ajang nasional ini. Mata Ian terlihat berbinar-binar menahan tangis seolah tak percaya bahwa dia menang dan semakin memupuk bunga harapannya untuk menjadi pemain bola terkenal. Semua anggota tim dan suporter SMA Harapan Gresik melakukan selebrasi kemenangan yang meriah. Nama Ian pun dielu-elukan sampai dia dilempar ke udara oleh teman-temannya.
            Para pemain Semar FC berjalan menuju ruang ganti. Sesampainya di sana, berdirilah seorang cewek di depan pintu. Siapa lagi kalo bukan Ana, cewek kaya yang selama ini digosipkan dekat dengan Ian. “Ian, selamat yaa….kamu bermain hebat banget, makin ngefans aja ni jadinya”, celoteh Ana sambil menjabat tangan Bastian. “ehem..ehem…terima dong an..” gemuruh canda teman-teman Ian dari belakang. Tanpa mempedulikan temannya dia membalas ucapan selamat dari Ana, “makasih yaa,,aku gak bakal bisa cetak gol tanpa dukungan kalian semua, khususnya dukungan cintamu”. Wajah Ana terliha memerah tersipu malu.”jadi…….”. Ian langsung memotong, “ I LOVE YOU, ANA…aku memang menyukaimu sejak lama,,,tapi aku malu karena aku hanyalah anak orang…”. Dengan sergap Ana menutup bibir Ian dengan jari telunjuknya seraya berkata, “jangan katakan miskin, aku tak peduli apakah kamu kaya atau tidak,,,,tapi aku terkesima dengan senyuman cinta tulusmu”. Hari semakin sore dan Ian pun mengantar Ana pulang ke rumah dengan motor GL MAX bututnya.
            Setahun pun berlalu, tak terasa Ian dan Ana lulus dari bangku SMA. Karena keterbatasan biaya, Ian tidak dapat melanjutkan kuliah namun ia tetap punya tekad untuk menjadi pemain sepak bola dengan mengikuti seleksi  nasional salah satu klub sepak bola junior dari Spanyol. Sedangkan Ana melanjutkan pendidikan di kampus pertanian Jawa Barat demi cita-citanya memajukan pertanian Indonesia. “Ian, meski jarak memisahkan kita aku harap kamu tetap mencintaiku selamanya karena kamulah orang yang telah menghiasi lembaran hidupku”. Ian menjawab,“aku tidak akan melupakanmu meski kita tak tahu kapan kita bisa bertemu, tapi aku harap kamu bisa menjadi pendampingku kelak dan mengisi hari-hariku hingga ajal menjemputku”. Air mata Ana meleleh seketika membasahi pipi indahnya. Waktu semakin malam, sang surya bersiap kembali ke peraduan dan sudah saatnya mereka berpisah dengan meninggalkan kenangan indah, cerita cinta di SMA yang melekat di hati dua sejoli manusia.
                      

We have been providing the best information about CERPEN FLP.kku For you. If you liked this information, please tell your friends on Facebook, Twitter, Pinterest, Google plus or Email using social buttons below. Happy Reading ^_^. Mohammad Nizam Mustaqim

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Desain Kemasan

ESAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Penantian Berharga Pasca Kampus #KesempatanKedua