GREESTCLOTH

GREESTCLOTH
Green Your Life

Kamis, 04 Oktober 2012

MY QUIZ ABOUT DAGING


PERTANYAAN
1         Cari SNI daging ayam, sapi, dan kambing!
2         Cari reaksi kimia dalam uji eber lengkap!
3         Cari reaksi kimia dalam uji H2S  lengkap!
4         Jelaskan hubungan antara waktu reduksi, jumlah bakteri, dan mutu susu!
5         Cari standar mutu (BJ) untuk susu!


JAWABAN
1)        SNI daging kambing     : SNI 01-3948  -1995
SNI daging ayam                 : SNI 4230:2009
SNI daging sapi                   : SNI 3932:2008
2)        NH3+HCL                                                   NH4Cl
3)        H2 S+(CH3COO)2 Pb                                 PbS + 2CH3COOH ;noda hitam adalah endapan H2S pada daging
4)        Semakin lama waktu reduksi maka semakin sedikit jumlah bakteri dan semakin meningkat mutu susu
5)        STANDAR SUSU SEGAR SNI nomor 01-3141- 1998
Standar ini merupakan Revisi SNI 01-3141-1992 mengenai standar susu segar. Revisi diutamakan pada persyaratan mutu dengan alasan sebagai berikut :
1.     Menunjang Surat Keputusan Bersama Menteri Perdagangan dan Koperasi, Menteri Perindustrian dan Menteri Pertanian No. 236/Kpb/VII/1982, No. 341/M/SK/7/1982, No. 521/Kpts/Um/1982.
2.     Menunjang Keputusan Menteri Pertanian No. 751/Kpts/Um/10/1982.
3.     Melindungi konsumen
4.     Mendukung perkembangan agribisnis dan agroindustri
5.     Menunjang ekspor non-migas
Standar ini disusun sebagai hasil pembahasan rapat-rapat teknis, prakonsensus dan terakhir dirumuskan dalam rapat konsensus nasional.
Hadir dalam rapat-rapat tersebut wakil-wakil dari lembaga penelitian, perguruan tinggi, produsen, konsumen dan instansi terkait lainnya.
Sebagai acuan diambil dari standar dan peraturan Codex Alimentarius Commission.
SUSU SEGAR
Ruang Lingkup
Standar ini meliputi definisi, syarat mutu, cara uji, syarat penandaan, dan cara pengemasan susu segar.
Definisi
Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat dan bersih, yang diperoleh dengan cara yang benar, yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun.
Susu segar adalah susu murni yang disebutkan diatas dan tidak mendapat perlakuan apapun kecuali proses pendinginan tanpa mempengaruhi kemurniannya.
Kita mengetahui nilai Total Solid, Berat Jenis dan Titik Beku adalah untuk menetukan kualitas susu tersebut, karena ketiga hal tersebut merupakan sebagian dari indikator standar susu segar.
Syarat Mutu Susu Segar berdasarkan SNI 01-3141-1998
No
Parameter
Syarat
1
Standar Susu
Berat Jenis (BJ) pada suhu 27 oC
Minimal 1,0280
Kadar Kering
Minimal 3.0 %
Bahan Kering Tanpa Lemak (BKTL) atau Solid non Fat (SNF)
Minimal 8.0 %
Kadar Protein
Minimal 2.7 %
Cemaran logam berbahaya  :
a. Timbal (Pb)
Maksimum 0.3 ppm
b. Seng (Zn)
Maksimum 0.5 ppm
c. Merkuri (Hg)
Maksimum 0.5 ppm
d. Arsen (As)
Maksimum 0.5 ppm
2
Standar Susu
Organoleptik : warna, bau, rasa dan kekentalan
Tidak ada perubahan
Kotoran dan benda asing
Negatif
Cemaran mikroba  :
a. Total Kuman
Maksimum 1.000.000 CFU/ml
b. Salmonella
Negatif
c. Eschericia coli (pathogen)
Negatif
d. Coliform
20 CFU/ml
e. Streptococcus group B
Negatif
f. Streptococcus aureus
100 CFU/ml
Jumlah sel radang
Maksimum 40.000/ml
Uji katalase
Maksimum 3 cc
Uji reduktase
2 – 5 jam
Residu antibiotik, pestisida dan insektisida
sesuai dengan peraturan yang berlaku
Uji Alkohol (70 %)
Negatif
Derajat Asam
6 – 7 oSH
Uji pemalsuan
Negatif
Titik Beku
0,520 s/d 0,560 oC
Uji Peroksidase
Positif
Berdasarkan SK Dirjen Peternakan Nomor 17 tahun 1983, salah satu syarat kualitas susu segar adalah jumlah mikroba maksimum 3 juta/ml. Ketentuan ini lebih ringan daripada yang tercantum dalam SNI susu segar.
Cara Pengambilan Contoh
Cara pengambilan contoh sesuai dengan Peraturan Departemen Pertanian yang berlaku mengenai Petunjuk Teknis Pengawasan Peredaran dan Pengujian Kualitas Susu Produksi Dalam Negeri dan Susu yang Beredar.
Cara Uji
Cara uji susu sesuai dengan Peraturan Departemen Pertanian yang berlaku mengenai Petunjuk Teknis Pengawasan Peredaran dan Pengujian Kualitas Susu Produksi Dalam Negeri dan Susu yang Beredar.
Syarat Penandaan
Sesuai dengan peraturan Departemen Kesehatan Republik Indonesia yang berlaku tentang label dan periklanan makanan.
Cara Pengemasan
Susu segar dikemas dalam wadah yang tertutup rapat, aman selama penyimpanan dan pengangkutan, tidak dipengaruhi dan mempengaruhi isi.
Berdasarkan usulan dari Departemen Pertanian.
standar ini disetujui oleh Dewan Standardisasi Nasional menjadi Standar Nasional Indonesia dengan nomor :
SNI 01-3141-1998
Penerbitan standar ini dilakukan setelah memperhatikan semua data dan masukan dari berbagai pihak. Kritik dan saran untuk penyempurnaan standar ini, dapat disampaikan kepada :
BADAN STANDARDISASI NASIONAL – BSN
Sekretariat : Pusat Standardisasi – LIPI, Sasana Widya Sarwono Lantai 5
Jalan Jenderal Gatot Subroto 10 – Telepon (021) 5206574, 5221687, 511542,
Pes. 296, 305, 450, Fax. 5206574, 5207226, Telex 62875 PD II IA, 62554 IA
6)        SUMBER:  (http://ekabees.wordpress.com/2011/01/05/standar-susu-segar-sni/)(diakses pada tanggal 4 Oktober 2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar