GREESTCLOTH

GREESTCLOTH
Green Your Life

Rabu, 26 September 2012

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA,* UJI REDUKSI&BENEDICT*


Tujuan:
1. Melakukan uji reduksi karbohidrat.
2. Melakukan uji Benedict.
Alat dan bahan;
1. Uji reduksi
*Bahan percobaan; larutan glukosa 1%
Pereaksi; a. larutan CuSO4 1%
b. larutan NaOH 10%
c. larutan Na-sitrat
*alat; a. tabung reaksi
b. bunsen
c. timbangan
d. pemanas
2. uji benedict
Bahan; a. larutan glukosa 1%
b.Larutan sukrosa 1%
c.Larutan laktosa 1%
d.Larutan pati 1%
alat ; a. gelas ukur
b. pemanas
c. tabung reakasi
d. timbangan
Pereksi reagen benedict: larutkan 34,6 gr Na-sitrat + 20 gr Na-karbonat dalam 180 ml air aduk dan saring. Kemudin tambahkan larutan 3,46 gr CuSO4 dalam 20 ml air. Genapkan menjadi 200 ml.
Teori Singkat
Mosakarida segera mereduksi sneyawa-senyawa pengoksidasi seperti ferisianida, hydrogen peroksida, atau ion cupri (Cu2+). Pada reaksi sepreti ini, guka dioksidasi pada gugus karbonil, dan senyawa pengoksidasi menjadi tereduksi dimana senyawa-senyawa pereduksi adalah pemberi electron dan senyawa pengoksidasi adalah penerima electron. Glukosa dan gula-gula lain yang mampu mereduksi senyawa pengoksidasi disebut gula pereduksi. Sifat ini berguna dalam analisis gula. Dengan mengukur jumlah dari senyawa pengoksidasi yang tereduksi oleh suatu larutan gula tertentu, dapat dilakukan dengan pendugaan konsentrasi gula. Gula yang mengandung gugus aldehid atau keton bebas mereduksi indicator-indikator seprti kompleks ion kupri (Cu2+) menjadi bentuk kupro (Cu+). Bahan pereduksi pada reaksi-reaksi ini adalah bentuk rantai terbuka aldosa dan ketosa. Ujung peruduksi dari suatu gula adalah ujung yang mengandung ggus aldehida atau keto bebas.
Benedict Reagen digunakan untuk mentes atau memeriksa kehadiran gula monosakarida dalam suatu cairan. Monosakarida bersifat redutor, dengan diteteskannya Reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Selain menguji kualitas, secara kasar juga berlaku secara kuantitatif, karena semakin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan.
Langkah Kerja
1. Uji Reduksi
a. Disiapakan tiga tabung A, B, C.
b. Kedalam tabung A dimasukan 2 ml CuSO4 1% dan 2 ml NaOH 10%
c. Ke dalam tabung B dimasukan 2 ml CuSO4 1% dan 2 ml NaOH 10% dan tambahkan 5 tetes glukosa 1%
d. Ke dalam tabung C dimasukamn larutan seperti pada tabung A dan tambahkan larutan Na-Sitrat 30% sampai endapan larut.
e. Panaskan ke-3 tabung tersebut kedalam air mendidih dan perhatikan perubahan yang terjadi.
f. Ke dalam tabung C ditambahakan beberapa tetes larutan glukosa 1% dan selanjutnya dipanaskan kembali, dicacat hasilnya.
2. Uji Benedict
a. Disiapkan empat tabung reksi yang yang nantinya akan isi dengan glukosa 1%, sukrosa 1%, laktosa 1%, larutan pati 1%.
b. Kedalam seluruh tabung reaksi di masukan 5 ml reagen benedict dan 8 tetes larutan percobaan, lalu campur merata.
c. Perhatikan warna yang terjadi serta ada tidaknya pembentukan endapan.
Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan percobaan adalah sebagai berikut;
1. Uji Reduksi
a. Sebelum dipanaskan
Tabung reaksi
Hasil reaksi yang terjadi
Tabung A
Berwarna biru, terdapat endapan
Tabung B
Berwarna biru, terdapat endapan
Tabung C sebelum ditambah glukosa
Berwarna biru
Tabung C setalah ditambah glukosa dan dipanaskan
-
b. Setalah dipanaskan
Tabung reaksi
Hasil reaksi yang terjadi
Tabung A
Ada endapan berwarna hitam, warna berubah dari biru menjadikeruh
Tabung B
Pada bagian permukaan terdapat warna orange dan terdapat endapan berupa bintik-bintik hitam.
Tabung C sebelum ditambah glukosa
Warna berubah menjadfi agak bening tetapi terdapat endapan berupa bintik-bintik hitam.
Tabung C setelah ditambah glukosa
Berubah warna menjadi coklat.
2. Uji Benedict
a. Sebelum dipanaskan
Nama kabohidrat
Warna yang terjadi
Ada/tidak ada endapan
Glukosa 1%
Biru
-
Sukrosa 1%
Biru
-
Laktosa 1%
Biru
-
Larutan pati 1%
Biru
-
b. setelah dipanaskan
Nama kabohidrat
Warna yang terjadi
Ada/tidak ada endapan
Glukosa 1%
Permukaan berwarna coklat
Memiliki endapan berwarna merah
Sukrosa 1%
-
-
Laktosa 1%
Merah bata
Memiki endapan berwarna merah
Larutan pati 1%
-
-
Analisis Data
1. Uji Reduksi
Adanya perbedaan hasil reaksi yang terjadi pada ketiga tabung A,B,C karena pada tabung A yang merupakan campuran dari CuSO4 dan NaOH tidak terdapat glukosa yang merupakan senyawa pereduksi atau gula pereduksi yang hasil reaksinya adalah adanya perubahan warna menjadi agak bening dan adsnya endapan. Pada tabung B larutannya sama dangan padatabung A tapi bedanya pada tabung B telah ditambahkan glukosa dimana hasil reaksi yang terjadi adalah berubah warna menjadi warna orange dan adanya endapan. Sedangkan padfa tabung C tidak terdapat glukosa tetapi ditambahkan larutan Na-nitrat yang setelah dipanaskan tidak terjadi reaksi perubahan.
Pada tabung C ditambahkan beberapa tetes larutan glukosa 1% dan selanjutnya dipanaskan kembali. Pada reaksi ini terjadi beberapa perubahan setelah dipanaskan kembali. Setelah dipanaskan dan ditambahkan glukosa terjadi perubahan warna yaitu menjadi coklat. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh gula pereduksi dalam ini glukosa.
2.Uji Benedict
Dari hasil pengamatan maka diketahui jenis karbohidrat mana saja yang menunjukan hasil (+) dan (-) terhadap uji benedict, yaitu;
a. hasil positif: glukosa dan laktosa
b. hasil negative: sukrosa dan pati
Uji benedict bertujuan untuk mengetahui adanya gula pereduksi dalam suatu larutan dengan indicator yaitu adanya perubahan warna khususnya menjadi merah bata.
Berdasarkan atas hasil pengamatan, diketahui hanya pada glukosa dan laktosa yang setelah di uji benedict melihatkan adanya perubahan warna yaitu merah bata dan coklat sedeangkan pada sukrosa dan larutan pati tidak menunjukan adanya perubahan.
Sehingga dapat diketahui bahwa larutan glukosa dan laktosa merupakan gula pereduksi. Hal ini di karenakan glukosa mampu mereduksi senyawa pengoksidasi, di mana ujung pereduksinya adalah ujung yang mengandung aldehida. Sedangkan pada laktasa yang menghasilkan D-glukosa dan D-galaktosa , dimana laktaso memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu gula glukosa, sehingga laktasa adalah disakarida pereduksi.
Pada sukrosa dan larutan pati tidak menunjukan adanya perubahan sehingga kedua karbohidrat ini tidak merupakan pereduksi. Hal ini dikarenakan sukrosa tidakj mengandung atam karbon anomer bebas, Karena atom karbon kedua anomernya yaitu yang terdapat pada glukosa dan fruktosa berikatan satu sama lainnya. Seeding pati tersusun dari D-glukosa yang banyak.
Benedict Reagen digunakan untuk menguji atau memeriksa kehadiran gula pereduksi dalam suatu cairan. Monosakarida yang bersifat redutor, dengan diteteskannya Reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Selain menguji adanya gula pereduksi, juga berlaku secara kuantitatif, karena semakin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan.

Kesimpulan
Larutan glukosa dan laktosa merupakan gula pereduksi, hal ini disebabakan adanya gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa diman ujung pereduksinya adalh yang mengandung aldehida. Sedangkan larutan sukrosa dan pati tidak merupakan senyawa pereduksi karena sukrosa tidak memilki atom karbon anomer bebas. Adanya gula reduksi pada suatu larutan ditandai dengan adanya perubahan warna khususnya merah tua pada larutan.

Benedict Reagen digunakan untuk menguji atau memeriksa kehadiran gula pereduksi dalam suatu cairan. Monosakarida yang bersifat redutor, dengan diteteskannya Reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Selain menguji adanya gula pereduksi, juga berlaku secara kuantitatif, karena semakin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan.
Daftar pustaka
1 Lehninger. 1982. Dasar-Dasar Biokimia. Jilid 1. Erlangga.
2 Dawn. B, Mark, dkk. Biokimia Kedokteran Dasar. EGC.
3 Lubert Stryer. 2000. Biokimia. EGC.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar